Kok ada sih orang-orang yang suka kali dengerin lagu galau? Agaknya begitu isi kepalaku waktu di awal-awal masa remaja suka dengerin musik. Waktu SD, aku lebih banyak mendengarkan lagu-lagu Bonjovi, Aerosmith, The Cranberries, Guns n Roses, Aqua, Toni Braxton, you guys name itu. Waktu itu, bapak sering beli kaset pita yang lengkap sama lirik lagunya di kertas cover kaset itu. Sebagai anak kecil yang belum paham bahasa Inggris, aku cuma ikutin kata-kata di lagu-lagu itu tanpa tau artinya. Rasanya kayak keren aja gitu bisa bahasa Inggris. Lately ternyata yang aku dengerin dan aku suka nyanyikan itu juga banyak lagu-lagu yang liriknya galau abis.
Mulai remaja-remaja awal, lagu-lagu dari musisi Indonesia pun enggak kalah galaunya. Masing-masing musisi seakan punya caranya sendiri untuk menyampaikan perasaan yang gundah gulana itu ke para pendengarnya. Bahkan, lagu-lagu sendu itu masih sering diputar sekarang, terutama waktu naik angkutan umum atau bis antar kota yang playlistnya enggak jauh-jauh dari tembang kenangan atau lagu berbahasa daerah.
Lain generasi, lain juga galaunya. Kalau dulu, lagu-lagu Pance Pondaang, Betharia Sonata, Dian Pisesha, Rinto Harahap, Christine Panjaitan, Ita Purnamasari dll, sekarang kita punya Rendy Pandugo, Cakra Khan,Yura Yunita, Sal Priadi, Mahalini, Ghea Indrawari, dan yang terbaru, Bernadya.
Untuk kalangan orang yang suka dengerin musik baik itu di radio, spotify, atau youtube, nama Bernadya udah bukan lagi barang asing. Bahkan, lagu-lagunya kerap fyp di media sosial dan dipakai sebagai soundtrack galau kekinian. Pertanyaannya, kenapa ya orang kok suka dengerin lagu galau? Menurutku, sesimpel karena liriknya yang mudah diingat, musiknya yang easy listening, dan relate sama pengalaman pribadi pendengar.
Pertama kali dengerin Bernadya di radio, aku kira itu suara Danilla, tapi kok agak beda ya. Waktu dengerin spotify dan muter playlist yang lagi hot, lagu Satu Bulan itu terputar. Kudengerin pelan-pelan, jujur di awal agak cringe. Apaan sih galau-galau gini, pikirku. Tapi ternyata lagu ini perlahan sering muncul di Instagram, entah dari story temen, atau video-video di exploreku. Dari Satu Bulan, bergeser ke Untungnya Hidup Harus Tetap Berjalan, yang entah kenapa, kok aku suka ya, walaupun liriknya bukan ungkapan penuh kata-kata kiasan gitu.
Sekali dengerin, aku puter lagi lagu tadi beberapa kali sambil nyetir, eh kok enak juga ya. Kayak yang akrab gitu liriknya, simpel, sederhana dan mudah dimengerti.
Untungnya, bumi masih berputar
Untungnya, ku tak pilih menyerah
Untungnya, ku bisa rasa
Hal-hal baik yang datangnya belakanganAda waktu-waktu
Hal buruk datang berturut-turut
Semua yang tinggal, juga yang hilang
Seberapa pun absurdnya pasti ada makna
Kalau ditelaah liriknya memang ceritain tentang si penyanyi yang dikasih cobaan, sepertinya patah hati, tapi enggak memilih menyerah, karena pada akhirnya hidup harus tetap berjalan. Si Bernadya ini liriknya mirip-mirip Yura dengan suara yang mengajak kita relax dan menikmati waktu sambil berpikir tentang hidup.
Tapi balik ke pertanyaan tadi, kok orang pada suka ya lagu-lagu galau dan sedih? Emangnya mentalnya sesedih itu kah? Atau, ini hanya sekadar suka dan menikmati keviralan semata? Atau, lagu-lagu sedih tadi memang kasih pengaruh yang cukup signifikan ke diri kita?
Well, melansir dari laman halosehat.com, ternyata mendengarkan lagu sedih ini ada lho manfaatnya. Pertama, lagu sedih dianggap bisa membantu mengungkapkan perasaan si pendengar.
Nah, kehadiran lagu melankolis yang indah dan enak didengar bisa menjadi perantara yang baik untuk mengungkapkan ekspresi sedih yang lagi kita alami. Jadi semisal lagi patah hati, atau baru kehilangan orang yang dikasihi, mendengarkan lagu sedih ternyata bisa membantu kita mengungkapkan perasaan sedih di dada.
Kedua, mendengarkan lagu sedih dianggap mampu menghindarkan kita dari tindakan impulsif yang merugikan. Pernah enggak sih ngerasa sedih sampai yang pengin ngamuk, marah, teriak-teriak terus berniat melempar atau menghancurkan barang? Nah, kehadiran musik atau lagu sedih di saat-saat seperti itu ternyata menurut laman itu, bisa mencegah kita dari tindakan impulsif itu sendiri.
Selain cermin, ternyata lagu-lagu sedih juga bisa membantu kita merefleksi diri. Jadi lagu-lagu sedih yang didengerkan itu bisa bikin kita mikir “Ihhh, aku kali lah ini lagunya,” “Eh iya, kok pas ya begonya,” yup, perasaan semacam itu pasti pernah muncul waktu kita dengerin lagu sedih. Nah, mendengarkan lagu sedih mendorong kita untuk melakukan refleksi terhadap diri sendiri. Dengan cara ini, lagu sedih bisa membantu pendengarnya melakukan penilaian positif untuk memecahkan masalah atau sekadar merefleksikan atas apa yang udah terjadi di dalam hidupnya.
Berikutnya, mendengarkan lagu sedih dianggap bisa turut mengubah pola pikir tentang masalah yang dihadapi. Lagu galau atau sedih bisa memengaruhi pendengarnya dan membantunya keluar dari masalah atau kesulitan yang ia hadapi. Perasaan trauma atau sedih ketika mendengarkan lagu galau juga akan mengingatkan bahwa kita pernah lho, menghadapi masalah yang lebih buruk dan nyatanya toh kita masih baik-baik saja.
Walaupun mendengarkan lagu sedih dianggap punya manfaat, tapi nyatanya, ada juga efek buruk yang mengintai dari kebiasaan mendengarkan lagu sedih nan galau. Beberapa diantaranya yaitu menyebabkan depresi berkepanjangan, hilangnya semangat hidup, sampai munculnya emosi yang tak terkendali. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang menjadi mudah tersinggung, kesulitan dalam menanggapi situasi dengan tenang, dan berpotensi mengalami gangguan psikologis jika tidak ditangani dengan baik.
Melansir dari laman mediaindonesia.com, Irma Gustiana Andriani, Psikolog dari Universitas Indonesia sekaligus pakar Self-Growth menegaskan bahwa ketidakmampuan mengendalikan emosi yang disebabkan oleh seringnya meresapi kesedihan melalui musik dapat berujung pada gangguan psikologis serius. Menurut para ahli, penting untuk mengatur durasi dan intensitas mendengarkan lagu-lagu tersebut. Disarankan untuk menyelipkan lagu-lagu ceria atau yang memiliki muatan positif untuk menjaga keseimbangan emosional. Misalnya, setelah mendengarkan lagu sedih, bisa diselingi dengan lagu Halo-Halo Bandung atau Kebyar-Kebyar.
Pada dasarnya, kehadiran lagu sedih ini digunakan sebagai ajang melepaskan perasaan yang terpendam, tapi, enggak boleh berlarut-larut. Boleh lah sedih, dengerin lagu galau, nangis sampai ketiduran, tapi enggak boleh terus-terusan seperti itu. Lagu sedih ada untuk membantu kita relaksasi, tapi mereka juga hadir untuk menjadi pengingat, sedih itu enggak boleh lama-lama, sebab ada hidup yang harus berjalan dan dijalani.
So, ada enggak sih lagu-lagu sedih versi kalian yang kerap kalian dengarkan pas lagi galau dan sedih melanda?