Movie review Star Wars: The Force Awakens

starwars1

Slightly Unsettling Experience and A Total Exhilarating One

Genre: Aksi, Petualangan, Fantasi

Pemain: Daisy Ridley, Oscar Isaac, John Boyega, Harrison Ford, Mark Hammil, Adam Driver

Sutradara: J.J Abram

Thirty years after the event of The Return of Jedi in a galaxy far far away, The Magic is back.

Bagi para penggemar Star Wars, episode ke tujuh ini bisa jadi adalah film paling dinanti di tahun ini. Untuk penikmat film di Indonesia, barangkali kehadiran Yayan Ruhian dan Iko Uwais-lah yang menjadi poin yang paling dinanti kehadirannya. Kapan lagi ada aktor Indonesia yang bisa berakting di dalam film setenar Star Wars.

The Force Awakens dimulai dengan teks emas yang menurut saya, paling dirindukan, lengkap dengan soundtrack sepanjang masa. Disebutkan di awal bahwa Skywalker menghilang tepat setelah Return of The Jedi. Tidak ada satupun yang tau dimana ia berada. Kekosongan kekuasaan itupun diisi oleh First Order yang berkuasa dengan paksaan ala jaman penjajahan, tentunya dengan efek luar angkasa. Didukung oleh tentara TIE andalan mereka dan ribuan pasukan Stormtrooper. Mereka kemudian melakukan pembersihan planet, ya, benar-benar membersihkan ala peledakkan planet satu persatu untuk memperkuat kekuasaan.

Poe Demeron (Oscar Isaac) hadir dengan robot bulat yang lucu yang dipanggil BB8. Saat pasukan Stormtrooper dan Kylo Ren (Adam Driver) memburu peta Skywalker, Poe pun ditangkap. Petualangan dimulai disini, saat Stormtrooper FN-2187 yang kemudian bernama Finn (John Boyega) menyelamatkan Poe dan kabur dari markas First Order. Adu meriam laser pun ramai pada moment ini, hingga akhirnya kapal yang mereka kendarai tertembak dan memisahkan keduanya di sebuah planet pembuangan yang disebut Jakku. Oiya, kehadiran John Boyega di franchise ini-lah yang juga sempat bikin heboh di dunia daring. Black stormtrooper, yeahhh…
Tapi aksi John Boyega juga patut diacungi jempol. Dia punya cara yang khas untuk bikin film ini punya sisi kelucuan.

BB8 yang berjalan jauh akhirnya bertemu dengan Rey (Daisy Ridley) seorang pemulung yang ahli dalam mesin. Finn yang bertemu Rey lalu berusaha untuk memulangkan BB8 ke Ressistance, yang juga membutuhkan peta Skywalker. Pasukan Stormtrooper pun akhrinya mengejar BB8 hingga ke Jakku dan memaksa untuk kabur dengan sebuah kapal rongsokan.

Di perjalanan, kapal mereka ditangkap oleh sebuah pesawat besar. Disinilah Han Solo (Harrison Ford) dan Chewabacca (Peter Mayhew) muncul. “Chewie, we’re home,” menjadi kalimat yang diucapkan ketika mereka akhirnya melihat The Millenium Falcon (pesawat yang dicuri Rey dan Finn). Pada beberapa menit ini pula lah, aktor dari Indonesia muncul. Tasu Leech (Yayan Ruhian) sebagai pimpinan dari kelompok Kanjiklub, dan Iko Uwais menjadi Razo Quin-Fee yang mencari Han Solo atas hutang yang ia miliki.

Sebagai salah satu orang yang menunggu penampilan kedua actor ini, ada sedikit perasaan kecewa saat melihat porsi peran yang terlalu sedikit. Mereka sudah keburu dimakan oleh Rathtars, monster yang ditangkap oleh Han Solo untuk akhirnya dijual. Namun terlepas dari sedikitnya peran yang mereka tunjukkan, melihat actor yang sudah lama malang melintang di perfilman Indonesia, ada kesenangan tersendiri.

Tapi, dari keseluruhan, terdapat empat pokok cerita yang disajikan J.J Abram dalam film ini. Cerita tentang Rey, si yatim piatu yang begitu ahli dengan mesin; Finn, seorang mantan Stormtrooper yang berusaha kabur dari kehidupan yang selama ini mengungkungnya; Han Solo yang kembali lagi dengan petualangannya; dan Skylo Ren, penerus Vader yang sebenarnya, masih sangat ragu dengan sisi kegelapan yang ia miliki. Skylo Ren yang merupakan anak dari Han Solo dan Princess Leia menampilkan kebengisan seorang penguasa, namun di sisi lain, seorang yang sangat takut dan terpengaruh oleh Supreme Leader Snoke, dan ketakutan untuk tak mampu menjadi sekuat Vader. Penampilan dan penokohannya yang cukup ‘manusiawi’ membuat Kylo Ren, entah kenapa, layak untuk menjadi favorite villain tahun ini. hehehe.

Beragam peperangan ala Star Wars menjadikan film ini cukup mengobati kerinduan para penggemarnya. Terutama pada duel lightsaber antara Rey dan Ren yang begitu apik. J.J Abram nampaknya memang jenius dengan menyuguhkan episode ke tujuh ini dengan Rey sebagai tokoh utama, yang akhirnya bertemu dengan Luke Skywalker (Mark Hammil) – dan mungkin saja akan menjadi penerusnya kelak.

Iklan

2 Comments Add yours

  1. Molly berkata:

    Entah kenapa si Iko Uwais gak bersuara di film itu😕.

    Suka

    1. danaanjani berkata:

      hihi, iya kak. cuma si yayan nya aja, walopun bahasanya aneh.. hihi..

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s