D’Raja Coffee Kualanamu, Tak Sekadar Tempat Bertemu

Abraham Lincoln once said, “The better part of one’s life consists of his friendship,” and I’m totally agree with that. 

Beberapa waktu lalu, seorang teman lama, saya lebih suka menyebutnya seperti itu, mengirimkan direct message ke akun instagram saya. Seorang lelaki yang wajahnya agak samar di ingatan. Jelas, pertama dan terakhir kali kami bertemu adalah pertengahan tahun 2014. Saat itu, saya sedang me-manage food photo taking untuk majalah tempat saya waktu itu bekerja. Lelaki ini lah, yang waktu itu menjadi penanggung jawab cafe tersebut. Kami pun mulai berkirim pesan, hingga dia akhirnya mengundang saya ke cafe yang sedang ia rintis, D’Raja Coffee, di kawasan Medan-Kualanamu.

Kamis sore, saya dan rekan kerja pun berangkat kesana. Perjalanan ini seperti saat kami harus mengunjungi rumah contoh salah satu properti di ujung Kota Medan. Sebuah perjalanan yang penuh gurauan, dan lagu masa kecil. Perlu waktu sekitar 15 menit dari simpang Batang Kuis menuju bandara Kualanamu ke cafe ini.

Secara fisik, cafe ini mengadopsi tema industrialis dengan menonjolkan bentuk kontainer pada bangunan. Layaknya sebuah coffee shop, tempat ini menyediakan dua area, indoor dan out door. Di bagian belakang cafe ada satu ruangan dengan mesin roasting kopi di dalamnya.

Saya bertemu dengan si teman yang sudah menunggu di dalam kafe lengkap dengan sebuah sapaan hangat khas teman yang sudah lama tak jumpa. Dua tahun tak berkomunikasi lagi, si teman ini malah masih ingat bahwa dulu, saya sempat membenci jus alpukat.

Sembari menikmati suasana di dalam kafe, kami pun mulai berbincang tentang banyak hal. Mulai dari pekerjaan saya setelah majalah tersebut terpaksa harus berhenti terbit, dia yang berpindah menangani perusahaan, hingga niatan untuk berbisnis bersama. Sebuah diskusi FnB pun bergulir begitu saja. Dia, saya, dan Andru memang memiliki ketertarikan yang sama, bisnis FnB. Ia kemudian menyiapkan dua cangkir Cafe Latte untuk kami. Saya pun tidak yakin benar, sejak kapan si teman ini tau bagaimana meracik kopi.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Dua sajian Cafe Latte dari biji kopi Gayo sore itu. (Photo: Andru Kosti)

D’Raja Coffee ini terletak di kawasan kompleks Hub KNO Commercial Biz Park. Jadi, sebenarnya ada beberapa pilihan spot santai bagi para pelancong yang transit di tempat ini. Di sisi lain area ini, sedang dibangun dua hotel bintang empat yang saling berdampingan. Agaknya, saat hotel-hotel ini rampung, kawasan ini bisa jadi tempat persinggahan yang ciamik. Atau bahkan, lebih dari sekadar singgah.

Sambil berbincang tentang daerah yang cukup menjanjikan untuk bisnis ini, satu menu keluar dari dapur. Hidangan yang aroma dan warnanya menggugah selera kami, US BBQ Ribs (350 gr) yang disajikan bersama sayuran dan potongan kentang. Untuk memasaknya, perlu proses ungkep selama hampir enam jam untuk mendapatkan tekstur daging yang pas, dan rasa yang meresap.

Ungkep adalah istilah Jawa yang sampai hari ini masih belum tahu apa padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Mengungkep itu adalah memasak dengan sedikit air dan mendiamkannya sampai air tersebut susut atau habis. Teknik ungkep berguna untuk memasak makanan dalam waktu yang lebih lama. Jenis teknik ini memperlambat proses meliputi pori-pori dari bahan baku dan memungkinkan bumbu untuk masuk ke makanan.

PC150108.JPG
US BBQ Ribs 350 gr, IDR 130 K. Ini adalah menu favorit saya dan Andru. Selain tekstur dagingnya yang masih berserat dan lembut, bumbu di dalamnya memberikan sensasi yang berbeda. Dibantu dengan lumuran saus yang menjadikan rasa iga ini jadi lebih sempurna. (Photo: Andru Kosti)

Sambil menikmati hidangan, dan mengobrol tentang rencana bisnis masing-masing, satu persatu makanan keluar dari dapur. Saya dan Andru saling tatap, bagaimana menghabiskan makanan sebanyak ini. Namun rasa yang pas di lidah, agaknya membuat kami cukup kalap hari itu. Duh, lingkar pinggang…

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Ayam Taliwang, di bagian belakang ada nasi bakar, dan seporsi sate lilit. (Photo: Andru Kosti)
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Spaghettie Napolitan, menu ini sebenarnya adalah salah satu menu baru yang akan dihadirkan di outlet yang lain. Kami berkesempatan untuk mencoba menu hint ini. (Photo: Andru Kosti)
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Nakatsu Karage, menu ayam yang menurut saya tak salah jika dijadikan sebagai camilan pendamping obrolan. (Photo: Andru Kosti)

Bagi saya, berkunjung ke tempat ini seperti melakukan lawatan untuk bertemu teman lama, ditemani secangkir kopi, makanan lezat, dan suara pesawat terbang yang melintas. Tapi nikmatnya segelas kopi di cafe ini akan terlalu sayang jika hanya dijadikan sebagai sebuah tempat persinggahan.

Pertemuan sore itu, kami akhiri dengan obrolan santai tentang teknik pengambilan foto makanan, dan tentunya dengan perut kenyang. Perjumpaan saya dengan seorang teman lama hari itu, cukup membuat saya makin percaya, bahwa hubungan yang baik terjadi karena adanya komunikasi yang baik. Lebih dari itu, adalah sebuah usaha untuk menciptkan proses komunikasi yang baik dan diingat oleh orang lain.

Terimakasih untuk jamuannya, lelaki yang baru patah hati. Tenang saja, seberapa pun sakitnya, kopi akan mengobati. 🙂




*Place: D’Raja Coffee HUB KNO
*Address: Jalan Bandara Kuala Namu, Batang Kuis, Sumatera Utara 20552, Indonesia,  kompleks Hub KNO Commercial Biz Park.
*Phone: 0852-6232-3271

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s