Comfort Food, Pelarian Kala Hilang Mood

Comfort food, source: freepik.com

Dear readers, kalau kalian lagi lelah atau kehilangan mood untuk ngelakuin apapun, apa sih yang jadi way out-nya?

Beberapa orang milih tidur untuk bisa balikin tenaga dan mood, beberapa lainnya lebih memilih melakukan hal lain seperti jalan-jalan, belanja, nonton, atau malah jajan atau hunting kuliner?

Burn out atau kelelahan jiwa raga karena pekerjaan memang bisa jadi momok tersendiri untuk kita yang punya lumayan banyak aktivitas dan interaksi sama orang lain. Pernah enggak ngerasa kecapean sampe males untuk komunikasi sama orang lain? Nah, bisa jadi itu dalam fase burn out dan butuh istirahat.

Salah satu hal yang sering dilakukan kalau lagi lelah adalah makan. Iya, makan. Sesimpel itu.

Untukku, ada beberapa menu yang selalu jadi pelarian tiap kehilangan mood atau burn out. Untuk minuman, aku selalu favoritkan Signature Chocolate dari Point Coffee, extra sirup vanila dan 1 shot espresso. Rasanya blend antara manis dan pahitnya cokelat, plus halusnya vanila dan sedikit asam dari espresso. Terpadu lengkap dan siap untuk mengobati lelah.

Signature Chocolate + Vanilla Syrup + 1 Shot Espresso

Untuk makanan, selama ini aku selalu milih mi ayam tiap kali lagi hilang mood, atau malah ngerasa kurang sehat. Mie ayam ini memang polanya ya begitu aja, beda di rasa dan tekstur mie yang bikin kangen. Biasanya aku selalu beli mie ayam yang ada di Stabat. Tekstur mienya pas ga lembek dan ga keras, semurnya juga rasanya pas ga over merica dan gula merah. Plus yang terpenting adalah rasanya tetap enak meski udah baca doa makan dan ayat kursi. Tau lah ya maksudnya apa.

Sekarang karena sering berkegiatan di Medan, mie ayam yang kerap didatangi adalah Mie Ayam Restu di Jalan Sei Belutu. Selain lokasinya yang enggak terlalu jauh dari kampus, ya emang karena rasanya emang enak, plus ada sate kerangnya.

Mie Ayam Jamur Restu, Jalan Sei Belutu.

Sekarang, selama mulai kuliah lagi ada satu makanan yang jadi comfort food, dan ga masalah kalau dimakan tiap hari. Bubur ayam Maknyus di jalan pasar 1 Setiabudi. Tau bubur ayam ini juga dari Arief karena dia bilang, rasanya lebih enak dari bubur ayam yang punya banyak cabang di Medan. Turns out, yes, lebih enak.

Karena udah ngerasa enak dan nyaman sama rasanya, menu ini tuh jadi makanan wajib kalau lagi stay di Medan. Ya karena ngerasa se cocok itu sama rasanya.

Bubur Ayam Maknyus di Jalan Pasar 1 Setiabudi, dibawa pulang.

Makin kesini, aku ngerasa ternyata yang bisa jadi comfort food enggak harus makanan fancy dari restoran mahal, atau minuman racikan barista yang harganya puluhan ribu.

Comfort food tercipta berdasarkan perasaan yang hadir tiap menikmati makanan itu. Lelah yang hilang, mood yang kembali naik, dan perasaan happy yang hanya bisa dirasain sendiri jadi output nyata tiap comfort food udah masuk ke mulut. Pelariannya sesederhana itu.

Kalau kalian, punya comfort food enggak?

One Comment Add yours

  1. avatar Rizki Audina Rizki Audina berkata:

    comfort food Iki bakso, Kak. Kalau minuman, keknya air putih aja udah cukup. Hehehe.

    Suka

Tinggalkan komentar