Asst. Photographer Chapter 1: The City View Condominium

Salah satu hal utama yang harus dimiliki seorang asisten fotografer adalah kesabaran. Konon, tingkatnya harus sama seperti tingkat kesabaran seorang abege puber yang naksir kakak kelas. Iya, sampai sebegitunya.
Atau, untuk beberapa kasus, Anda harus punya tingkat kesabaran level perempuan yang harus bertahun menjalani LDR, tapi kemudian ditinggal nikah gitu aja. (Oke, ini curhat, skip)

Membalutkan diri sebagai seorang asisten fotografer ini gampang-gampang beresiko. Gampang karena kerjanya, kadang, enggak seribet kerjaan si fotografer. Mempersiapkan peralatan, memastikan semua properti sudah siap, sampai memastikan tidak ada yang meleset sedikit pun, bahkan walau hanya letak majalah di lemari, atau posisi gelas di meja makan. Anggap saja, Andru, si fotografer ini otoriternya melebihi Kim Jong Un.

Beresiko karena secara enggak langsung, ini juga menjadi pekerjaanmu. Tugasmu adalah memastikan bahwa proses pemotretan tidak terganggu, dan hasilnya memuaskan.

The City View Condominium memang bukan bangunan pertama yang saya turut di dalamnya. Bagi Andru sendiri, memotret condo adalah salah satu tantangan yang sedikit berbeda dengan proyek memotret rumah contoh.
Condominium ini rencananya akan dibangun di daerah Lanud Soewondo, enggak jauh dari eks bandara Polonia. Lokasi yang cukup strategis menurut saya.

Akhir bulan Mei, photo taking show unit condominium ini dimulai. Photo session cukup makan waktu satu hari. Kami sampai di lokasi sekitar jam enam sore. Secara keseluruhan, perlu waktu sekitar tiga jam untuk menyelesaikan beberapa titik foto di unit ini. Condominium ini terdiri dari dua kamar tidur, ruang tamu, dan ruang makan.
Masuk ke dalam bangunan ini, kami pun langsung melakukan check ke seluruh sudut ruangan. Termasuk dengan properti yang sudah disediakan pemilik condo.

Condominium ini memberikan satu kemudahan bagi saya, sebagai orang yang harus merusuh mengatur beberapa properti tambahan. Ukurannya yang relatif luas, setidaknya membuat saya bisa lebih leluasa meletakkan atau mendekorasi ruangan terlihat lebih menarik. Pemilik condo pun nyatanya punya taste tersendiri untuk susunan dan dekorasi ruangan. Mereka menyediakan ragam furniture dan beberapa perkakas yang sudah disusun rapi. Seolah seorang anak gadis yang sudah dirias untuk sesi foto, hanya perlu sedikit sentuhan akhir.

living room 1.jpg
Living room The City View Condominium, angle from entering door. Colorfull blanket, and flowers, plus dining table decoration is big support to create a stand out spot. (Credit Photo: Andru Kosti)

 

living room 2.jpg
View from dining room. A strawberry cake dummy gives extra colors for this frame. (Credit photo: Andru Kosti)

Ruangan yang relatif luas ini, selain ngasih kemudahan untuk dekorasi, ukuran ini bisa kasih tantangan tersendiri. The perfect angle. Yup! Angle yang bukan hanya bagus untuk dilihat, tapi juga menjual. Well, that’s how commercial photography works by the way. 

Kami beberapa kali melakukan tes angle untuk menentukan dimana meletakkan tripod dan mengambil sudut pengambilan yang paling tepat. Tes dan cek ulang memang cukup bikin capek. Kadang sangking capeknya, aku juga sempat senewen sama si fotografer yang bolak-balik ngubah angle, padahal hanya bergeser beberapa sentimeter. It’s so complicated I thought. But this photographer has his own mind. Nah, ini salah satu hal yang harus diterima sebagai asisten fotografer. Somehow, kamu memang bisa mengeluarkan pendapat, tapi untuk beberapa case, serahkanlah kekuasaan mengambil foto dan menentukan angle pada si fotografer langsung. Karena dia pasti punya pertimbangan tersendiri. That’s what I did, and it works. Hasil dari angle yang berkali-kali berubah itu menghasilkan foto yang pas.

main bedroom.jpg
Animal skin printed carpet is one of the center view for this main bed room. (Credit Photo: Andru Kosti)

Dalam hunian apapun, ruang tidur adalah komponen utama yang paling perlu ditonjolkan. Menurut saya sederhana saja, selain alasan investasi, tujuan lain seseorang membeli rumah, apapun jenisnya, adalah untuk beristirahat. Itu sebabnya, bagian ruang tidur menjadi penting untuk dijual, baik dari dekorasi, hingga cahaya di dalam ruangan. Tea set sengaja diletakkan pada bagian tengah tempat tidur sebagai salah satu elemen tambahan.

P5300161eecropped.jpg
Kid’s bed room, brings the sweetness of childhood to you. (Credit photo: Andru Kosti)

He : “Dari sini bagus nih, tinggal bouncing aja,” kata si lelaki di scene terakhir kami hari itu.
Me: “Oke, benahin properti dulu,” kataku sambil menata kembali beberapa barang di dalam kamar ini, termasuk boneka di sofa dan tempat tidur.
He: *silence* suara shutter dan flash keluar. “Eh, udah bagus ini,” Katanya sambil menunjukkan hasil pertama ruangan ini di kameranya.
Me: “Kok cepat?” dan aku pun bersyukur tugas hari itu berakhir lebih cepat dari yang direncanakan.
He: “Eh tunggu, gak bisa secepat ini, coba aku liat dulu kurangnya dimana. Foto interior yang terlalu cepat selesai itu hasilnya perlu diteliti lagi,” katanya serius.
Dan mimpiku untuk istirahat lebih cepat pun sirna.

Dekorasi kamar tidur anak yang cenderung cheerful dan berisi beberapa ornamen mainan memberikan kesan hidup dan nyaman tersendiri. Pola cahaya dalam ruangan juga memberi dimensi tersendiri, yang tanpa harus ditembak dengan flash pun tetap akan terlihat terang, dan elegan.

Si perfectionist ini memang kadang, terlalu teliti untuk tiap hal, teliti dalam arti sebenarnya, memperhatikan tiap detail penting yang ada. Itu pula yang membuatku terpaksa belajar lebih banyak tentang bidang fotografi ini. Membaca majalah arsitektur, sampai mengikuti unggahan foto fotografer interior lain. Pada akhirnya, jika hasil yang didapat memuaskan, maka menjadi seorang perfeksionis bukanlah sebuah dosa.

Tapi beginilah nasib asisten fotografer, belajar banyak, banyak belajar, banyak bersabar, dan tetap butuh pundak untuk bersandar.

 

*Place: The City View Condominium
Address: Jl. KM. Adi Sucipto, Suka Damai, Medan Polonia, Kota Medan, Sumatera Utara.
Phone: (061) 7872069

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s