Asst. Photographer Chapter 3: Swiss-Spa

A beautiful day at spa is what girls call heaven on earth

Photo taking kali ini dilakukan di Swiss-Spa, bagian dari Grand Swiss-belHotel Medan. Berbeda dengan pengambilan gambar di beberapa lokasi sebelumnya yang lebih banyak mengedepankan interior, kali ini kami harus berurusan dengan penggunaan model. Simpel saja, layanan spa akan terasa mati jika tidak ada manusia di dalamnya.

Ada sekitar 10 scene yang harus kami eksekusi dalam waktu pengerjaan dua hari. Sementara saya, tugas sebagai asisten fotografer kali ini adalah mengurus model, dan konsep yang akan digunakan. Beberapa hari sebelum pengambilan gambar, kami melakukan briefing dengan Mas Andri, penanggung jawab dari Spa ini. Dia jugalah yang menentukan spot yang ingin difoto. Briefing ini dilakukan untuk memastikan tiap spot sudah siap saat waktu pengambilan yang dijadwalkan. Termasuk penggunaan properti seperti bunga, handuk, rempah untuk massage, hingga lilin aromaterapi.

Hari pertama photo taking dilakukan pagi hari, sekitar jam 10 pagi. Reception scene ini menggunakan model dari pihak spa sendiri. Dengan tema hospitality, hal yang paling harus diutamakan adalah raut wajah si model, yang wajib dalam kondisi ramah. Sisanya adalah pengerjaan lighting untuk mendukung semua itu. Saya melewatkan scene pertama hari itu, karena harus menghadiri undangan Yasmin, teman kantor sebelumnya, di acara rebranding Hotel Grand Mercure ( Grand Mercure Maha Cipta Medan Angkasa, Sebuah Wajah Baru )

Saya baru bergabung dengan mereka pada scene kedua, Lounge Scene. Untuk spot ini, yang ditonjolkan adalah kenyamanan di ruang tunggu. Hari itu, ada lima orang yang menjadi model di dalam frame, dengan Chintya sebagai center spot. Chintya yang memang bertubuh mungil itu pun harus terlihat ideal di sofa yang notebene lumayan besar.

IMG-20161128-WA0000.jpg
Interaksi. Itu yang jadi poin penting dalam scene ini. Pengaturan ekspresi, memang kadang lebih susat dari ngatur lampu. (Foto: Andru Kosti)
img_20161123_120902
Mereka sedang mempertimbangkan apakah langit-langitnya akan dibuka atau tidak.

Scene berikutnya yang harus dilakukan adalah yoga. Untuk konsep foto ini, pihak spa sudah menyediakan instruktur, Mrs. Mariana yang menjadi model utama kami kala itu. Selain fun, ternyata Mrs. Mariana juga doyan becanda. Dari beberapa pose yoga yang dilakukan, dialah yang paling banyak memberikan masukan, mulai dari penggunaan lilin aromaterapi yang ia bawa sendiri, hingga spot foto yang diinginkan.

IMG_20161123_161308.jpg
Yoga scene. Scene ini adalah yang paling menyenangkan pada pengerjaan di hari pertama. Trainer yang kooperatif dan supel menjadi nilai tambah dan penyemangat tersendiri.

Selesai beryoga ria, kami berpindah ke pool. Kali ini, konsep pool yoga dengan menggunakan enam model. Cuaca yang berangin dan gerimis, menjadi salah satu hambatan hari itu. Belum lagi flash yang hampir masuk ke kolam. Di konsep pool yoga ini, secara keseluruhan ada tiga pose yang mereka tampilkan. Inilah salah satunya.

IMG_20161123_162722.jpg
Yoga Pool Scene. Dengan konsep gerakan yoga di kolam renang, tantangan utama dalam pengambilan gambar adalah cuaca. Angin yang cukup kencang hari itu, dan gerimis yang mengundang, cukup bikin kelelahan. Memastikan enggak ada satupun lampu yang terhempas ke dalam kolam.

Selesai yoga, scene berikutnya adalah swimming scene. Konsep ini berusaha menonjolkan infinity pool yang luas, dan juga bening. Scene ini juga sekaligus merupakan scene terakhir di hari pertama

IMG_20161123_171214.jpg
Scene di dalam kolam. Chyntia yang jadi model untuk scene ini harus menyesuaikan posisi dengan yang kami inginkan. Konon, setelah scene ini, Chyntia demam. hehehe, sorry ya cantik.

Photo taking hari kedua dimulai dengan greetings scene. Flo, model yang membantu kami waktu itu sangat menyempurnakan konsep yang sudah kami susun. Btw, untuk pemilihan model foto coorporate memang susah susah gampang. Ada beberapa nama yang muncul untuk kami ajak sebagai model photo session ini. Namun dengan pertimbangan jadwal, dan hal yang terkait lainnya, Flo-lah yang paling pas untuk menjadi wajah dari Swiss-Spa photo taking garapan kami.
Untuk pemilihan model sendiri, ada beberapa faktor yang jadi bahan pertimbangan, body language, manner, look, dan reputasi. Sampai sebegitunya? Yup!
Kalau kata Andru,

“Foto itu visual, gak ada suara, jadi body language, dan positive attitude yang terpancar dari ekspresi yang menentukan foto itu menunjukkan ekskulifisme, profesionalisme, dan image yang diwakili, dalam hal ini, Swiss-Spa.”

“Satu lagi, jangan pake figur yang udah dikenal jelek, bintang bokep, misalnya,”

Iya, Andru memang sebegitunya. Jadi, selain titisan Kim Jong Un, dia juga kritis dan pemilih.

Scene pertama di hari kedua, diawali dengan konsep Greeting, antara tamu dengan resepsionis. Ekspresi wajah adalah yang paling ditekankan dari scene ini.

img_20161124_115239
First scene of the day. Greetings

Setelah scene pertama, kami beralih pada massage scene. Konsep foto ini menunjukkan layanan massage dari spa kepada para tamu. Untuk itu, model pun berpose layaknya sedang dipijat, plus dengan terapis yang turut menjadi peran penambah dalam frame. Tugas terpenting saya di hari kedua ini adalah memastikan bahwa model sudah sesuai tampilannya dengan yang kami butuhkan. Terutama mendampingi model mulai dari wardrobe, hingga tampilan fisik.

Kilauan di badan dan lengan Flo, didapat dari massage oil yang digunakan pihak spa, yang memang wangi dan berkonsentrat. Sebenarnya, penggunaan minyak untuk foto model bukan hal baru. Tapi, biasanya, minyak yang digunakan adalah minyak zaitun.

img-20161125-wa0005
Massage scene, mengutamakan ekspresi dan tubuh dari si model yang dibuat menikmati pelayanan dari spa.
IMG_20161124_135357.jpg
This is the team. Lunch setelah menyelesaikan scene kedua.

Selesai makan siang, photo taking dilanjutkan di gym. Kali ini, bang Andes, instruktur gym yang turut andil dalam frame. Enggak hanya jadi model, Andes juga ngajarin Flo teknik dasar dari alat yang digunakan. So, scene nge-gym kali ini, adalah nge-gym beneran.

img_20161124_153445
Gym Scene. Kali ini, Flo harus bermandikan keringat yang dihasilkan lewat bantuan baby oil. Terimakasih Zwitsal.

Memasuki scene penutup hari kedua, bathtube scene. Di scene ini Flo harus berendam di bathtube yang dipenuhi kelopak bunga. Untuk menambah mood, lilin aromaterapi pun disusun sedemikian rupa untuk mempercantik suasana.

IMG_20161124_165435.jpg
Bathtube scene. Tenang, ini bukan foto nude, kok.

Secara keseluruhan photo taking yang dilakukan selama dua hari, ada banyak hal yang menjadi catatan saya untuk photo session berikutnya. Bahwa kesiapan dari klien mulai dari properti yang digunakan hingga tempat dan jadwal foto haruslah benar-benar ditekankan. Selain itu, koordinasi dengan tim dan model yang bersangkutan juga sangat penting.
Menghabiskan waktu seharian tanpa komunikasi adalah hal yang mustahil. Tugas sebagai asisten fotografer kali ini memang berbeda dari yang sudah sudah. Kali ini, saya harus mampu membuat model nyaman di tiap scene, dan tentunya, mampu dan menerima arahan dengan baik. Intinya, komunikasi yang baik akan menghasilkan karya yang terbaik. Demikian. 😀

*Place:  Swiss-Spa Managed by Royale Amadeus,
Grand Swis-belHotel Medan, 7th floor
For reservation, +62-61 4576999 Ext. 6126

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s